Sabtu, 15 Oktober 2016

Rossi dan Lorenzo Siap Bertarung Rebut Kemenangan Seri

Usai mengalami nasib buruk di MotoGP Motegi, Jepang akhir pekan lalu, saatnya kedua pembalap tim Yamaha MotoGP, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo bakar semangat lagi untuk MotoGP Australia. Pastinya untuk tetap menghidupkan pertarungan para pembalap yang posisi pertamanya sudah dikunci oleh Marc Marquez.

Menjelang pekan balapan di sirkuit yang cenderung punya karakter berangin itu, keduanya tentu punya strategi berbeda. Rossi lebih khawatir pada kondisi cuaca yang bisa saja jadi penghalang mereka bertartung meraih hasil terbaik.
"Kami sudah melakukan pengetesan ban Michelin di sana, tapi sekarang kami ke sirkuit ini setelah menjalani musim yang buruk. Saya berharap kondisi cuaca tidak buruk, karena jika dingin itu malah akan membahayakan banyak pembalap di sana," wanti Rossi.
Lain lagi dengan Jorge Lorenzo. Pembalap asal Mallorca itu lebih fokus untuk meraih kemenangan. Ia sadar bahwa bertarung meraih posisi kedua di klasemen akhir, bukanlah tujuannya. Tapi lantaran itu adalah posisi teratas setelah Marquez mengunci titel juara dunia di kategori pembalap, Ia pun menargetkan kemenangan tiga seri kedepan dan tentunya posisi kedua di klasemen.
"Kami di sini untuk menjadi juara, tapi setelah apa yang kami alami di Motegi, itu sangat memalukan. Jelas targetku sekarang ini adalah meraih kemenangan di tiga seri tersisa. Dan tentunya target meraih posisi kedua di klasemen pembalap," klaimnya.
Perjalanan karir Rossi di MotoGP Australia, hasilnya cukup beragam. Ia cukup bersinar di sana sejak 2000. Tapi 2006 hingga Casey Stoner pensiun dari balap di akhir 2012, Ia tak lagi pernah tampil sebagai pemenang. Hingga akhirnya Ia kembali menjadi pemenang lagi di 2014. Sedangkan Lorenzo baru sekali meraih kemenangan di sirkuit ini tepat setahun sebelum Rossi meraih kemenangan di sana. Artinya kesempatan menang keduanya masih tetap tinggi di sana.

Rabu, 12 Oktober 2016

Banjir Sampang, 20 Sekolah Diliburkan


Banjir yang melanda Kabupateng Sampang, Jawa Timur, tidak hanya melumpuhkan lalu lintas. Aktifitas belajar mengajar di puluhan sekolah terpaksa diliburkan untuk sementara waktu.

Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, sedikitnya ada 20 sekolah SD, SMP hingga SMA di Sampang terendam. Di antaranya adalah SDN Dalpenang 1, 2 dan 3, di Jalan Imam Bonjol, Sekolah SDN Gunung Maddah 3 di Glisgis Desa Gunung Maddah, SDN di Ringtengah I dan 2, SDN Karang Dalam 1, SDN Pangung 1 dan 2, SDN Gunung Sekar 4, 5, dan 6.
Di tingkat sekolah menengah, SMP 6 Jalan Imam Bonjol, SMP Negeri 2, 3, 6, SMP Darus Sahid, SMP At-Tanwir, SMP Wali Songo, dan SMP Abu Rasyad, juga kebanjiran. Begitu pula dengan SMA Darus Sahid, SMA At-Tanwir, SMK Negeri 1, SMK Wali Songo, dan SMK I di Jalan Suhadak. 

"Sebenarnya telah diliburkan sejak Senin kemarin lusa, sekarang terendam banjir lagi," kata Kepala BPBD Jatim Sudharmawan saat dikonfirmasi, Rabu (12/10/2016).

Meski diliburkan, menurut Darmawan, sekolah memberikan pelajaran tambahan kepada para murid di rumah masing-masing. Pelajar diberi tugas dan pekerjaan rumah (PR) secara mandiri. "Mungkin biar siswa-siswi tidak ketinggalan pelajaran," kata Sudharmawan. 

Banjir di Sampang terjadi karena meluapnya Sungai Kemuning setelah diguyur hujan deras dua hari lalu. Genangan air yang merendam Sampang lama surut karena kondisi air laut pasang. 

Hari ini, Sampang kembali mendapat banjir susulan dari Sungai Kemuning. Ratusan rumah warga, puluhan sekolah dan ruas jalan di daerah tersebut lumpuh total. 

Masyarakat yang hendak ke Surabaya atau sebaliknya disarankan menggunakan jalur alternatif yaitu Jalan Samsul Arifin. "Prediksi kami air akan surut sekitar pukul 17.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB malam ini," pungkas Sudharmawan.