Usai
mengalami nasib buruk di MotoGP Motegi, Jepang akhir pekan lalu, saatnya kedua
pembalap tim Yamaha MotoGP, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo bakar semangat
lagi untuk MotoGP Australia. Pastinya untuk tetap menghidupkan pertarungan para
pembalap yang posisi pertamanya sudah dikunci oleh Marc Marquez.
Menjelang pekan balapan di sirkuit yang cenderung punya karakter berangin itu, keduanya tentu punya strategi berbeda. Rossi lebih khawatir pada kondisi cuaca yang bisa saja jadi penghalang mereka bertartung meraih hasil terbaik.
"Kami
sudah melakukan pengetesan ban Michelin di sana, tapi sekarang kami ke sirkuit
ini setelah menjalani musim yang buruk. Saya berharap kondisi cuaca tidak
buruk, karena jika dingin itu malah akan membahayakan banyak pembalap di
sana," wanti Rossi.
Lain
lagi dengan Jorge Lorenzo. Pembalap asal Mallorca itu lebih fokus untuk meraih
kemenangan. Ia sadar bahwa bertarung meraih posisi kedua di klasemen akhir,
bukanlah tujuannya. Tapi lantaran itu adalah posisi teratas setelah Marquez
mengunci titel juara dunia di kategori pembalap, Ia pun menargetkan kemenangan
tiga seri kedepan dan tentunya posisi kedua di klasemen.
"Kami di sini untuk menjadi juara, tapi setelah apa yang kami alami di Motegi, itu sangat memalukan. Jelas targetku sekarang ini adalah meraih kemenangan di tiga seri tersisa. Dan tentunya target meraih posisi kedua di klasemen pembalap," klaimnya.
"Kami di sini untuk menjadi juara, tapi setelah apa yang kami alami di Motegi, itu sangat memalukan. Jelas targetku sekarang ini adalah meraih kemenangan di tiga seri tersisa. Dan tentunya target meraih posisi kedua di klasemen pembalap," klaimnya.
Perjalanan
karir Rossi di MotoGP Australia, hasilnya cukup beragam. Ia cukup bersinar di
sana sejak 2000. Tapi 2006 hingga Casey Stoner pensiun dari balap di akhir
2012, Ia tak lagi pernah tampil sebagai pemenang. Hingga akhirnya Ia kembali
menjadi pemenang lagi di 2014. Sedangkan Lorenzo baru sekali meraih kemenangan
di sirkuit ini tepat setahun sebelum Rossi meraih kemenangan di sana. Artinya
kesempatan menang keduanya masih tetap tinggi di sana.



















